|
- Kebudayaan
Kalimantan Tengah mempunyai beberapa suku etnis yaitu etnis Dayak,
Jawa dan Banjar. Kawasan utama etnis Dayak yaitu daerah pedalaman,
Kawasan utama etnis Jawa yaitu daerah transmigrasi dan Kawasan utama
etnis Banjar yaitu daerah pesisir dan perkotaan. Beberapa subetnis Dayak
yang terdapat di Kalteng yaitu Ngaju, Bakumpai, Maanyan, Ot Danum,
Siang, Murung, Taboyan, Lawangan, Dusun dan subetnis lainnya dalam
jumlah relatif kecil. Besarnya proporsi orang Jawa dan Banjar di
Kalimantan Tengah karena banyaknya transmigrasi asal Jawa yang masuk ke
Kalimantan Tengah dan besarnya perantauan orang Banjar dari Kalimantan
Selatan.
- 2. Rumah Adat
Rumah adat Kalimantan Tengah dinamakan Rumah Betang, Bentuk rumahnya
panjang, bawah kolongnya digunakan untuk pertenun dan menumbuk padi dan
dihuni oleh lebih kurang 20 kepala keluarga.
Rumah terdiri dari 6 kamar antara lain untuk penyimpanan alat-alat
perang, kamar untuk pendidikan gadis, tempat sesajian, tempat upacara
adat dan agama, tempat penginapan dan ruang tamu. Pada kiri-kanan ujung
atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.
3.Pakaian Adat
Pakaian adatnya pria Kalimantan Tengah berupa kepala berhiasankan
bulu-bulu enggang, rompi dan kain-kain yang menutup bagian bawah badan
sebatas lutut. Sebuah tameng kayu hiasan yang khas bersama mandaunya
berada di tangan. Perhiasan yang dipakai berupa kalung-kalung manik dan
ikat pinggang.
Wanitanya memakai baju rompi dan kain (rok pendek), tutup kepala
berhiaskan bulu-bulu enggang, kalung manik, ikat pinggang dan beberapa
gelang tangan.
4.Tarian daerah Kalimantan Tengah
- Tari Tambun dan Bungai, merupakan sebuah tari yang mengisahkan
kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas
panen rakyat.
- Tari Balean Dadas, merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.
- Tari Sangkai Tingang, tari garapan yang memanfaatkan perbendaharaan
gerak tari tradisi ini menggambarkan sikap sekelompok wanita dalam
mencintai lingkungan hidupnya. Mereka berusaha dan berdoa agar burung
enggang yang indah itu tetap dilindungi kelestariannya.
5. Senjata Tradisional
Di Kalimantan Tengah senjata tradisionalnya adalah mandau. Bagian
hulunya dihiasi ukiran burung tinggang, sejenis burung enggang. Menurut
kepercayaan mereka, burung tinggang adalah penguasa seluruh alam.
Senjata terkenal lainnya adalah lunjuk sumpit, randu (sejenis tombak)
dan perisai.
6.Suku : Dayak, Ngaju, Maanyan, Dusun, Lawangan Bukupai, Ot Danun, dan lain-lain.
7.Bahasa Daerah : Dayak, Ngayu, Ot Danun, dan lain-lainnya.
8.Lagu Daerah : Kalayar, Palu Lempangpupoi.
Makanan Khas Kalimantan Tengah
Juhu Singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah,
yang sangat lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya,
Kalteng. Makanan yang terbuat dari umbut rotan ini lebih lezat bila
dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga dengan
mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal.
Ciri Khas dari Daerah Kalimantan Tengah
Suku Dayak
Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup secara berkelompok
tinggal di pedalaman. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh
orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Orang-orang Dayak sendiri
sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak
negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”, yang
berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani, tidak kenal
menyerah atau pantang mundur.
Khusus untuk para wanita dibiasakan dari kecil memakai anting yang
mempunyai berat yang lebih . Lama- kelamaan telinga mereka semakin
panjang. Katanya, semakin lebar dan panjang telinga mereka maka semakin
cantik.
Upacara tiwah (adat)
Upacara Tiwah merupakan acara yang paling terkenal adat suku Dayak.
Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang
yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah
tempat yang semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka
yang sudah meninggal dunia. Mereka juga membuat patung yang di
persembahkan untuk orang yang meninggal tersebut. Konon, patung ini akan
semakin mirip dengan wajah orang yang meninggal tersebut.
Upacara ini disertai dengan menombak kerbau sebagai lambang menolak kejahatan dan nasib buruk |
|
|
Komentar
Posting Komentar